Rencana hari Sabtu 22/12/2007 mau ke Gunung Salak, tapi karena Mr. Heru ada halangan rencana tersebut batal (hiks). Batal untuk sementara, karena Sabtu depan rencana tersebut harus direalisasikan (kaya kredit aja ada realisasinya).
Hari Minggu pagi pas lagi ngegowes di seputaran Pemda ketemu ama gerombolan penggowes di depan Kodim lagi pada nongkrong, akhirnya ikutan nongkrong. Ada Pa Sabu (50 thn-an), Aryo (32thn-an), Mr. Amir (35thn-an), Pa Pepen (50thn-an), Econ (30 thn-an), Pa Maman (54 thn) (senior semua eung) dari perkumpulan PADAGU (ga tau tuh artinya apaan). Ngobrol sana sini, akhirnya brangkat deh.
Start at Kodim, lewat jalan sebelah kodim menuju perkampungan (eh ada tanah mau dijual tuh). Nongol-nongol di jalan raya Jakarta-Bogor (belakang pabrik apa gitu) masuk gang lagi sampai ke perumahan Cijujung (katanya sih). Nah dari perumahan ini petualangan sebenarnya di mulai. Masuk kebon yang berbukit-bukit, didukung kondisi yang becek karena habis diguyur hujan dan saat itu juga masih gerimis.
Ternyata rutenya full tanah (bahasa kerennya sih XC/cross country semi offroad).
Kerasa banget jalur hijaunya, kata Bondan di tivi ’Maknyus banget”, tapi kata kita mah ’segerr abisss’. Yang ga kalah seru, ternyata Pa Sabu (50 thn) ngocol abis. Tiap istirahat ada aja bahan ngocolnya. Jadi deh seger jiwa dan raga (he he).
Jalan yang di lewati adalah hanya cukup untuk jalur sepeda yang sebenernya untuk jalur Pa Tani, hi hi tapi di pake buwat ngegowes. Berat tapi menantang (maklum, baru pertama kali ngikut) untuk di taklukkan. Dan hasilnya bisa di lihat pada sepeda yang dipakai
Sayangnya saya ga tau nama daerah yang dilewati, jadi nda tau sudah lewat mana aja, tapi yang jelas ketika masuk ke peradaban (walah) ternyata keluarnya di belakang Bellanova Sentul. Dan ketika dilihat spedometer, wuih..... 35 km coi jarak tempuh yang sudah dilalui. Pulangnya mampir dulu kerumah Ko Ai, makan opak buatannya sambil ngopi dan ngeteh. Cerita ngalor ngidul, dan merencanakan perjalanan berikutnya. Katanya sih mau ke Gunung Halimun (dimana ya?). ada yang mau ikut?
Hari Minggu pagi pas lagi ngegowes di seputaran Pemda ketemu ama gerombolan penggowes di depan Kodim lagi pada nongkrong, akhirnya ikutan nongkrong. Ada Pa Sabu (50 thn-an), Aryo (32thn-an), Mr. Amir (35thn-an), Pa Pepen (50thn-an), Econ (30 thn-an), Pa Maman (54 thn) (senior semua eung) dari perkumpulan PADAGU (ga tau tuh artinya apaan). Ngobrol sana sini, akhirnya brangkat deh.
Start at Kodim, lewat jalan sebelah kodim menuju perkampungan (eh ada tanah mau dijual tuh). Nongol-nongol di jalan raya Jakarta-Bogor (belakang pabrik apa gitu) masuk gang lagi sampai ke perumahan Cijujung (katanya sih). Nah dari perumahan ini petualangan sebenarnya di mulai. Masuk kebon yang berbukit-bukit, didukung kondisi yang becek karena habis diguyur hujan dan saat itu juga masih gerimis.
Ternyata rutenya full tanah (bahasa kerennya sih XC/cross country semi offroad).
Kerasa banget jalur hijaunya, kata Bondan di tivi ’Maknyus banget”, tapi kata kita mah ’segerr abisss’. Yang ga kalah seru, ternyata Pa Sabu (50 thn) ngocol abis. Tiap istirahat ada aja bahan ngocolnya. Jadi deh seger jiwa dan raga (he he).
Jalan yang di lewati adalah hanya cukup untuk jalur sepeda yang sebenernya untuk jalur Pa Tani, hi hi tapi di pake buwat ngegowes. Berat tapi menantang (maklum, baru pertama kali ngikut) untuk di taklukkan. Dan hasilnya bisa di lihat pada sepeda yang dipakai
Sayangnya saya ga tau nama daerah yang dilewati, jadi nda tau sudah lewat mana aja, tapi yang jelas ketika masuk ke peradaban (walah) ternyata keluarnya di belakang Bellanova Sentul. Dan ketika dilihat spedometer, wuih..... 35 km coi jarak tempuh yang sudah dilalui. Pulangnya mampir dulu kerumah Ko Ai, makan opak buatannya sambil ngopi dan ngeteh. Cerita ngalor ngidul, dan merencanakan perjalanan berikutnya. Katanya sih mau ke Gunung Halimun (dimana ya?). ada yang mau ikut?

