Minggu, 27 Januari 2008

Seputaran Kaki Gunung Salak









































































































































Rencana awal adalah ke Gunung Salak, jadi dengan di awali doa perjalanan kali ini start di Bogor Nirwana Residence (BNR) bersama kawan-kawan dari milis Panther. Tapi sebelumnya sempet sarapan sop dulu, hasil masakan istrinya mbah Her. Leadernya adalah Mbah Her (sesepuh Panther) sekaligus tuan rumah di BNR. Dan ternyata setelah keluar dari komplek BNR langsung disambung dengan medan offroad diperkampungan dan ga berapa lama kemudian disambut lagi dengan tanjakan. Cuaca pagi itu cerah dan udaranya seger. Bikin tambah semangat buat ngegowes. Apalagi dikanan kiri masih banyak pohon yang rindang. Yonbud sekaligus melakukan terapi buat dengkulnya (lutut) yang sudah 2 tahun ini cedera. Katanya sih lumayan juga (lumayan berat maksudnya). Tapi ternyata rutenya nanjak mulu, sementara perjalanan ke Gunung Mas masih jauh, jadi kita mencoba semampunya ngegowes di seputaran kaki Gunung Salak. Siapa tau ketemu si Mul (penguasa Gunung Salak / Mulyadi). Ow iya, peserta kali ini adalah 9 orang, ndutnya ada 3 orang. Dan karena kaga make sistem navigasi (GPS), kami mencoba sembarang rute. Yang penting rute tersebut masih bisa dilewati sepeda. Dan ternyata kita berhasil tersesat beberapa kali..he he he. Tersesat masuk lembah, coba ya kalo ada bidadarinya. Yang ada Cuma nenek-nenek yang lagi mau mandi di kolam (atau lagi mau bersihin kolam ya?). Nunggu penduduk yang lewat buat nanya arah ke Cijulang. He he, ada 2 pilihan, keluar dari hutan dan lewat jalan raya atau terus melanjutkan lewat jalur tanah (hutan). Tentu saja yang dipilih adalah tetap di jalur tanah (offroad) karena memang tujuannya adalah mencari jalur offroad.Tapi memang ga asik kalo ga tersesat, apalagi waktu ketemu sawah yang tegalanya cuman bisa di lewati pejalan kaki. Akhirnya sepeda dipanggul.

Minggu, 20 Januari 2008

Gunung Mas,i am coming






















Seperti biasa, berangkat dari Puri Nirwana III hari Sabtu, 19 Januari 2008 jam 5 pagi. Kali ini kumpul di jalan Kapt. Muslihat Bogor. Di sana sudah menunggu kang Ucu dan 2 orang temannya.
Ga berapa lama datang gerombolan Yasmin: Mr. Heru, Om Wahyu, om Aris, dan om Iwan. Disusul rombongan Pa Azis (4 orang). Jadi hari itu berkumpullah 12 goweser. Target hari itu adalah Gunung Mas (maaf, bukan Gunung Salak), dengan mencarter 3 angkot berangkat ke tugu perbatasan Puncak-Cianjur.
Sepeda yang sebelumnya di bongkar agar bisa masuk ke dalam angkot di rangkai kembali setibanya di Tugu-Puncak. Nah, setelah selesai dirakit kembali, dan dengan diawali dengan doa bersama, petualangan dimulai.
Langsung memasuki perkebunan teh jalan tanah dan berbatu. Ada tiga tipe sepeda yang digunakan saat itu, ada sepeda Down Hill, Dirty Jump dan Cross Country. Sempet berhenti ngeliat yang lagi main Paralayang jadi kepengen ikutan main…kalo nyalinya dah kuat..
Ow iya, ada anak SMP ngikut. Calon atlet nih, lagi di didik ame bokapnye. Tapi rutenya emang edun, pokoknya habis-habisan dah. Sampe sempet manggul sepeda segala karena lewat lembah atau terpaksan di tuntun karna ga kuat naiknya.

Selasa, 15 Januari 2008

Rencana ke Gunung Salak


Rencana hari Sabtu besok tgl 19 januari 2008 mau ke gunung salak, kalo ada yang mau ikut silahkan tinggalkan pesan...

Minggu, 06 Januari 2008

Nyobain Offroad lagi











Seperti biasa, berkumpul di Bundaran Taman Yasmin tiap hari Sabtu jam setengah enam pagi rencana di susun (soalnya masih belum dapet temen di Puri 3). Akhirnya target di sepakati. Keluar melalui Cimanggu, melewati Gunung Batu dan dilanjutkan ke Dramaga (CIFOR).
Formasi kali ini adalah Om Azis (leader), om Wahyu, om Aris, Pa E (E untuk Eman), Mr. Heru dan om Gun (penyapu). Dengan pengalaman om Azis yang sudah lama malang melintang di dunia offroad dan sudah berapa kali naik turun gunung Salak sungguh terasa nikmat jalur yang di pilihnya.
Pokoknya kaga nyesel deh berlumuran lumpur, yang penting keren. Fresh, dan yang terutama sehatnya itu..lahir batin.
Walaupun pada awal perjalanan sepeda om Azis mengalamati kendala, S nya patah. Terpaksa harus potong rantai, otomatis tidak bisa memainkan gear. Kebayang kalo di tanjakan, tapi emang pengalamannya segudang, tanjakan apapun enteng aja diembat.
Tadinya sempet mau di arahin ke gunung Salak, cuman fisiknya pada belum siap ...he he he...wish next trip can be realize. Gunung Salak merupakan impian yang belum terwujud, padahal sudah kebayang nikmatnya naik gunung. Pemandangan indah tentunya akan menanti.
Udah gitu mampir dulu ke kebunnya om Aris, beliauw punya kebon jamur merang. Dikasih oleh-oleh lagi. Kaga rugi kan?
Pas mau pulang, rem cakram belakang om Wahyu mengalamin kendala. Macet dan terus mencengkram. Untuk peralatan yang di bawa lumayan lengkap, jadi kerusakan yang ada masih bisa di atasi.
Selama masih ada jalur, selama itu pula goweser akan lalui....cieeee.