Senin, 26 Januari 2009

SDBC gowes to Telaga Warna

Rencana sudah lama di susun semenjak turun dari Rindu Alam...kepengen nyobain tetangga sebelah yaitu trek Telaga Warna.
Jum'at malam minta konfirmasi teman-teman untuk keikutsertaan dalam gowes naik gunung tahap II ini. Sebelumnya tercatat 10 orang bakal ngikut...bung Ali, bang Hardi, pa Yahya, Pa Haury, bung Hamka, bang Sony, pa Saiful (new), kang Yoyo, om Agung dan saya sendiri. Tapi karena ada sesuatu hal (kaya bahasa pejabat aja nih), bung Hamka dan bang Sony batal ngikut.
Akhirnya Sabtu, 24 Januari 2009 berangkatlah 8 manusia dengan tujuan mulia untuk menikmati indahnya karunia sang Pencipta di perkebunan teh Telaga Warna.
Trek yang kesohor dengan jalur makadamnya (berbatu) dan berbukit-bukit di antara kebun teh. jalur yang membuat para penggowes untuk kembali lagi menikmati kerasnya perjuangan di seputaran Puncak Bogor ini.



Begini ini gaya narsis para dedengkot SDBC, gaya nomor 1 bro....
Sehubungan warung yang ada di perbatasan Puncak-Cianjur (Rindu Alam) telah penuh oleh para penggowes dari sekitaran Bogor dan Jakarta, maka untuk sarapan kita makan di warung depan pintu masuk Telaga Warna...menu paporit...nasi goreng dan mie. Dan tentunya segelas teh hangat yang manis.


Setelah sepeminuman teh, akhirnya masuklah ke kebun teh melalui jalur makadam yang panjang dan lumayan nandjak.
kang Haury dan kang Yoyo balapan nandjak



tuch, pa Saiful aja nembus
nunggu temen yang ketinggalan (atow emang istirahat yah?)



Waduh, koq sepanjang jalan pada cembedud ya? Selidik punya selidik, beliau-beliau kurang menikmati menu Telaga Warna ini. Terlalu banyak jalur berbatu, sehingga kurang nyaman untuk di gowes. Di turunan juga kaga bisa lepas, takut ban tidak mencekram tanah dengan baik. Waduh jadi ga enak nih saya……




kang Yoyo


narsis dulu ah...





Tapi tenang coiiii….ternyata setelah belokan kekiri dari SD (kalo mau ke hutan pinus dari SD belok kanan)..dapet turunan yang lumayan yahud, walo masih kombinasi macadam. Tapi ga papa lah, yang penting dapet turunan.


gw pengen down hill dari sini euy...(teriak om Agung dalem hati)

Selebihnya, tinggal menikmati jalur yang tersedia, apalagi setelah melewati jalur ini, wuih…wuzzz wuzz wuuuuuuuzzzzzzzzzz…kuenceng bener turunnya

Ampyun deh….





Menu minggu depan adalah menikmati trek off road jip di Sentul..(trek baru ni)...

Catatan :
a. Tercatat pa Saiful yang baru pernah gowes bareng SDBC terbukti tangguh, kaya'nya udah sering gowes sendiri nih.
b. Pa Yahya setelah tuker sepeda sama punya kang Yoyo, langsung ngacir di tiap tanjakan. Kaya'nya cocok nih ama sepeda nya kang Yoyo, jadi beli nih...
c. Mr TT kapan mau gabung lagi yah?

Senin, 12 Januari 2009

Mari Menanam


Semalem nonton sebuah berita di sebuah stasiun televisi nasional. Di situ diceritakan bagaimana Gubernur NAD (Aceh) meminta-minta pada sebuah perusahaan minuman kopi di Amerika agar bersedia menanamkan modalnya di Aceh dalam upaya pelestarian hutan (penanaman kopi dan penjualan karbon). Dan yang menjadi pendamping Gubernur tersebut adalah warga negara asing.
Salut untuk sang Gubernur yang berjuang untuk kembali menghijaukan bukit (kawasan hutan) yang gundul dan gersang.
Yap, perjuangan dan perbuatan yang patut di tiru oleh Gubernur-gubernur lainnya di Indonesia. Mengingat luas hutan di Indonesia sudah semakin sempit. Berubah menjadi kawasan yang gersang dan tandus. Dan akibat lainnya adalah banjir hampir merata di kawasan Indonesia. Tentu saja juga berkurangnya pabrik oksigen dan penyerap karbon.
Kembali ke langkah Gubernur NAD, kenapa harus meminta bantuan pada perusahaan asing?
Kenapa yang menjadi pendamping adalah warga negara asing?
Dimanakah kepedulian perusahaan lokal (Indonesia) terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dimanakah kepedulian para ahli lingkungan di Indonesia? Dan kenapa harus warga negara asing yang menjadi penggagas di kawasan Indonesia ini.
Marilah kita mulai dari halaman rumah kita sendiri. Tanamilah halaman dengan minimal satu buah pohon. Kalo ga punya halaman? Masih ada tanaman yang bisa di tanam di dalam pot. Masih ada jalan untuk melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar kita. Jadi lah penggerak, dan jangan menunggu untuk digerakkan!!!!

Minggu, 04 Januari 2009

Bumi Kita Satu dan Cuma Satu-satunya


Manusia hidup di bumi ini sudah berabad-abad lamannya. Sejak nabi Adam dan Hawa di turunkan ke bumi karena melakukan kesalahan di surga.

Yap, manusia sejak dulu mendiami bumi ini yang satu dan Cuma satu-satunya. Walaupun banyak ahli yang meneliti kemungkinan planet lain di tata surya yang bisa untuk di huni oleh manusia atau ada mahkluk lain di semesta ini selain manusia yang mendiami planet lain. Para ahli meyakini bahwa di Mars ada kehidupan, namun sampai sekarang belum dapat bukti-bukti yang menguatkan. Banyak astronot dan ahli-ahli/peneliti mencoba untuk mengambil sampel dari planet Mars sehingga bila dimungkinkan manusia bisa pindah ke planet tersebut suatu saat nanti sebagai pengganti Bumi. Mungkinkah?


Kenapa Mars? Karena menurut hasil penelitian sementara ini, karakter Mars menyerupai Bumi. Mengapa banyak Negara mengeluarkan dana yang begitu besar untuk meneliti adanya kemungkinan planet lain yang bisa di huni oleh manusia selain Bumi?


Karena bumi ini sudah mulai penuh sesak oleh manusia. Selain itu bumi ini sudah mulai menampakkan tanda-tanda kerusakan. Ekosistem Bumi sudah mulai kacau. Ini disebabkan karena berbagai hal. Misalnya: polusi udara dari asap pabrik dan kendaraan bermotor, Polusi air akibat limbah pabrik (toxic), hutan yang mulai menghilang (ingat, hutan sebagai penghasil oksigen), tanah yang mulai berkurang kesuburannya, lapisan ozon yang semakin tipis, dan masih banyak lagi.


Semua itu menyebabkan Bumi ini makin rusak, belum lagi ditambah dengan perang nuklir.


Sebenarnya siapakah yang membuat Bumi ini rusak?


MANUSIA


Manusia adalah makhluk yang paling berbahaya, yang menyebabkan semua kerusakan ini. Manusia dengan karunia akal dan pikirannya yang seharusnya menjadi kalifah di dunia untuk menjaga kemakmuran dunia. Kenyataannya? Manusia menjadi satu-satunya makhluk yang paling merusak. Bahasa kerennya destroyer. Makhluk penghancur yang tak kenal ampyun.



Apakah kita akan terus merusak Bumi ini? Sementara kita hanya bisa tinggal di Bumi. INGAT!!! BUMI INI SATU, DAN CUMA SATU-SATUNYA!!!!



Kita hanya bisa tinggal di Bumi, persetan dengan para peneliti yang meyakini bahwa ada planet lain yang bisa di huni oleh manusia.


Jagalah Bumi ini sekarang juga!!!


Caranya: dengan tidak memperparah kerusakan di Bumi ini. Mulailah mengurangi menggunakan material yang merusak Bumi. Kurangi industri yang menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Hentikan pemanasan global, jagalah hutan dari kepunahannya. No Ilegal Loging BOS!!! Hentikan perambahan hutan, penggundulan hutan yang semena-mena. Eksploitasi hutan tanpa memperhatikan ekosistemnya.


Mulailah dengan reboisasi, penanaman hutan kembali. Kembalikan fungsi hutan sebagai produsen oksigen.


Dan mulailah menanam satu pohon dipekarangan rumah kita, semoga itu dapat menyelamatkan Bumi.


INGAT!!! BUMI INI SATU, DAN CUMA SATU-SATUNYA!!!!


Kita tak bisa tinggal di planet lain, kita hanya bisa tinggal di Bumi. Tapi memang ada alternative tempat tinggal lain selain di Bumi. Yaitu Surga dan Neraka. Setelah kita mati dan di hisab.