Senin, 15 Desember 2008

SDBC gowes di CIFOR

Hari kamis udah ngehubungin temen-temen SDBC, mo ngajakin ke Lido-Bedogol. Ada yang udah siap napsu mau ikutan. Penasaran pengen ngerasain garangnya Gunung Gde Pangrango (Gunung Gde Pangrango teh nulisnya Gunung Gede atow gunung Gde?) yang sudah beken dengan keasrian dan keindahan alamnya. Apalagi Gunung Gde Pangrango merupakan cagar alam yang tentunya sangat di jaga ke aslian dan keasriannya.
Pas hari Jum'at malem coba kontek temen2 lagi, eh banyak yang ga bisa. Bang Yahya dan bang Ali lah yang memberi kabar kalo mau ikut. Pasti. Sip, tinggal kontek lagi ke pemandunya....waduh, om Agung batal ngikut, istrinya sakit. Walah, kang Rauf juga kang Yoyo juga ga bisa ngikut...soalnya Sabtu masih gawe. Owkeh deh, cepet sembuh aja om.
Batal deh gabung dengan rombongan Citeureup (KCC)....
Sabtu pagi ada sms yang tertunda, bang Ali dan bang Yahya nanyain kepastian pergi apa kaga ke Lido...waduh batal Bang. Eh, mereka juga malah bersyukur kalo batal....ngeri juga katanya. Yo wes, akhirnya bertiga memutuskan untuk gowes ringan ke Bogor. Dan ditengah perjalanan di putuskan untuk ke arah Darmaga. CIFOR adalah tujuan utama untuk merasakan kesegaran alam hutan yang masih asri.

Semburat sinar mentari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar area CIFOR. Pepohonan yang sengaja dibiarkan tumbuh liar untuk dijadikan sebagai objek penelitian para profesor maupun mahasiswa yang ingin mengetahui bagaimana pohon itu tumbuh.
Cocok juga digunakan untuk jalan2 bersama keluarga. Karena udaranya memang segar dan sejuk juga terlindungi dari sengatan matahari pagi.
Jalan yang bisa dilalui di CIFOR ini ada 2 pilihan: offroad atow onroad. Dua-duanya sama asiknya karena ya itu tadi, hutan ini sengaja di lindungi dan dibiarkan tumbuh liar seperti aslinya. Aneka jenis tanaman sengaja di tanam di sini.

ane memang TOB lah (kata bang Yahya)
menembus genangan air

dan inilah komplitnya area CIFOR, karena terdapat situ (situ Gede?) yang lumayan luas, kalo bang Yahya bilang ini Danau Toba dan Pulau Samosirnya CIFOR. Karena memang di tengah situ terdapat semacam pulau kecil mirip pulau Samosir (ga maksa khan?).
Nah, silahkan di copy untuk dijadikan wallpaper. Keren nih kaya hasil foto profesional. Cuma ada di sini. Birunya langit memantul di permukaan setu.
Dengan latar belakang Gunung Salak yang memang endah. Teringat waktu Sekolah Dasar pemandangan alam disertai gunung, sungai dan sawah merupakan gambar wajib hampir semua anak SD seangkatan (ngaku loh!!).
Merenung meratapi nasib (halah). Ngelamun di pinggir setu memang asik..."Coba yah kalo bini ngijinin beli Giant....wuih kerennya diriku dengan sepeda Giant, makin pooolll gowesnya."
Coba tebak, siapa aku?
Dan siapa aku?
Seorang pencari ikan yang mencoba keberuntungannya menjaring ikan di sawah sekitar CIFOR (ini bukan habis ngejaring di setu nya lho). Buat sekedar pelengkap lauk pauk dan nasi yang alakadarnya. Mana sekarang susah nyari lauk pauk yang murah dan sehat. Hiks...
Cobalah lihat, betapa narsisnya diriku

dan diriku juga (wuih, kefoto lagi nih)Puas di setu gede, perjalanan dilanjutkan ke kampus IPB. He he tau kan tujuannya apa? Yap, kita mo nyobain trek/jalur sepeda yang ada di dalam wilayah kampus IPB Dramaga. Lumayan panjang, sepeda menjadi transporter alternatif di tengah krisis energi dan keuangan yang melanda bumi Indonesia. Transportasi murah meriah dan menyehatkan menjadi pilihan bijak calon pemimpin bangsa (halah). Walopun karena terpaksa memakainya (ga mampu beli motor atawa boil sih...MAHAL booo)


eh, ada kebo...jadi teringan si budi kecil. Ini Budi, ini bapak Budi...si Budi naik kerbau...

Yah, begitulah sekelumit kisah para dedengkot SDBC yang mencoba tetap bertahan di tengah cibiran para tetangga yang meremehkan...MANA NIH CLUB SEPEDAHAN DI PURI????
Kita mencoba tetap eksis dan menjelajah. mencoba membagi pengalaman dan tentunya dengan sedikit dibumbui racun untuk tetap menjaga dunia persepedahan di PN3 dan terutama di jagad raya (apa sih?)
Dengan bersepeda kita juga turut serta menjaga bumi dari polusi kendaraan bermotor. Mengurangi emisi gas buang yang makin amit-amit deh. Pemanasan global yang semakin mengacaukan cuaca/iklim di tanah air. Banyak yang menyalahkan, ini adalah bencana alam. bener nih bencana alam? Bukannya kita sendiri yang menyebabkan bencana alam, kita sendiri yang merusak alam yang indah ini? Jangan menyalahkan alam, karena alam bisa marah.



Jumpa lagi di perjalanan SDBC berikutnya (mungkin dengan formasi yang lengkap ya...Stationary Bike)

Tidak ada komentar: